Kuliah gabungan
UIN Walisongo Lakukan Kuliah Sistem Gabungan
Cepatnya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia yang dibuktikan dengan pasien yang mengalami gejala-gejala terserang virus ini, pemerintah mengambil tindakan lockdown dengan melarang melakukan aktivitas apapun di luar terlebih dahulu. Tempat seperti sekolah, kampus, kantor, pasar, stasiun, bandara ditutup untuk sementara waktu. Untuk bidang pendidikan seperti sekolah-sekolah dan kampus agar tetap dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran, maka diberlakukan pembelajaran sistem online. Di awal masa pandemi, pemerintah juga sempat menggunakan media pertelevisian untuk menyiarkan pembelajaran dari mulai paud hingga SMA. Namun karena dirasa kurang efektif, banyak sekolah yang kemudian melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan fitur di smartphone seperti WA, Zoom, Google classroom dan lainnya. Satu semester sudah berlalu dengan sistem online dengan beberapa kendala seperti dianggap kurang efektif, atau kendala jaringan internet tang berbeda di setiap daerah, dan kendala-kendala lain yang muncul selama pembelajaran sistem online ini.
Beberapa waktu lalu, kampus UIN Walisongo tersebar kabar bahwa akan mengadakan kuliah offline, kabar ini mulai tersebar pada akhir bulan September 2020 lalu. Namun ternyata hal itu belum bisa dipastikan tentang pelaksanaannya mengingat jumlah pasien covid-19 yang semakin bertambah saat itu. Maka sistem ini masih ditunda pelaksanaannya. Adapun teknis dari perkuliahan gabungan antara sistem daring (dalam jaringan) dengan sistem luring (luar jaringan). Pemberlakuan sistem luring ini tentu saja tetap dengan mempersiapan prosedur kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah dan penerapan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Membawa handsanitizer).
Uji coba perkuliahan sistem gabungan mulai direncanakan lagi setelah memasuki dua semester pembelajaran daring. Sistem ini dilakukan mulai tanggal 25 Mei hingga 4 Juni 2021. Proses perkuliahan ini ditinjau langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang yakni Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag, dan beberapa wakil dalam bidang tertentu lainnya. Perkuliahan ini dilaksanakan dengan mematuhi protocol kesehatan yang cukup ketat. Sebelum mengikuti perkuliahan, mahasiswa dan dosen diwajibkan mencuci tangan dan cek suhu tubuh terlebih dahulu. Di fakultas Ushuluddin dan Humaniora sendiri sudah memfasilitasi tempat untuk mencuci tangan di tiap gedung untuk memudahkan dalam penerapan protocol kesehatan di kampus. Selain itu, seluruh peserta perkuliahan juga diwajibkan untuk memakai masker selama perkuliahan dalam kelas tersebut. jumlah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan offline ini dibatasi maksimal 20 orang, sementara sisanya tetap mengikuti perkuliahan secara daring.
Namun sistem ini dianggap masih belum sepenuhnya bisa berjalan dengan baik. Hal ini disampaikan oleh dekan FSH UIN Walisongo Semarang dikarenakan masih ada kendala teknis seperti tidak semua kelas sudah didukung sistem smart class yang seharusnya digunakan untuk sistem pembelajaran gabungan ini.
Komentar
Posting Komentar