Kuliah daring
Nama: Amara Wydi Astutik
Nim : 1804016087 / AFI-C6
Kuliah Daring Kampus UIN Walisongo Semarang di Masa Pandemi
UINWS Semarang- Masa perkuliahan tahun ajaran 2020/2021 sudah dimulai sejak bulan Februari lalu. Masih sama dengan semester sebelumnya, selama pandemi perkuliahan di semester genap ini tetap secara daring dengan menggunakan E-Learning, Gogle Meet, Zoom, serta Whatsapp Group. Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M. Ag menyampaikan bahwa e-learning walisongo sudah cukup mumpuni untuk digunakan sebagai sarana pembelajaran, Senin (08/02/2021). Para dosen menggunakan e-learning guna membagikan materi, mengisi daftar kehadiran (Absensi), serta forum diskusi. Namun keluhan banyak datang dari mahasiswa, terkadang server eror sehingga menyulitkan mahasiswa untuk mengaksesnya. Hal ini cukup meresahkan, sebab mahasiswa tidak bisa mengisi kolom kehadiran, tidak dapat menerima materi ataupun berdiskusi. Bagi sebagian mahasiswa, mereka dianggap alpa (bolos) atau tidak hadir dalam perkuliahan oleh dosen. Karena itu, sebelum perkuliahan dimulai, biasanya antara dosen dan mahasiwa akan membuat kesepatan kontrak belajar selama satu semester. Dosen akan mengajukan pilihan aplikasi apa yang akan digunakan untuk perkuliahan, seperti zoom, whatsapp grup, gogle meet, atau e-learning.
pembelajaranan daring menggunakan aplikasi Zoom
Salah satu alternatif yang digunakan selama KBM (kegiatan belajar mengajar) berlangsung adalah dengan menggunakan aplikasi zoom seperti contoh gambar diatas. Penggunaan zoom membuat mahasiswa dan dosen bisa beretatap muka langsung, dengan jumlah peserta kurang lebih 100 orang, selama kurun waktu 40 menit. Jika sudah mencapai 40 menit, secara otomatis diskusi akan berhenti. Materi perkuliahan dan bahan diskusi dapat diunggah kedalam sistem Zoom Cloud Meeting, mahasiswa dalam bentuk file dengan format seperti pdf, Xls, PPT, dan lain sebagainya, untuk dilihat secara bersama-sama oleh dosen dan mahasiswa. Kelebihan daring menggunakan zoom adalah mampu merekam rapat yang berlangsung. Rekaman bisa langsung disimpan, kemudian dibagikan untuk diputar ulang dan mengetahui isi rapat yang belum jelas. Jadi, jika ada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti rapat dapat meminta rekaman kepada temannya atau dosen. Namun kendala yang sering terjadi diantara banyak mahasiswa yaitu jaringan internet yang kurang baik atau susah sinyal. Ada beberapa daerah mahasiswa yang sulit sekali untuk mengakses zoom karena aplikasi tersebut, jika kekuatan jaringan internet tidak kuat maka peserta tidak bisa ikut bergabung dalam diskusi. Bahkan meskipun ada yang bisa, suara atau video oleh mahasiswa atau dosen terdengar tidak jelas atau terputus-putus sehingga materi yang disampaikan tidak bisa dicapai secara sempurna.
Aplikasi Gogle Meet
Pembelajaran daring menggunakan aplikasi Google Meet dan Whatsapp Group
Penggunaan aplikasi google meet dan whatsapp grup dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), dirasa lebih memudahkan mahasiswa dalam mengakses. Dengan membagikan link diskusi, secara mudah mahasiswa dapat bergabung tanpa mengunduh aplikasi Google Meet. Tidak hanya itu, kecepatan jaringan internet yang digunakan juga lebih mudah serta penyerapan kuota lebih hemat dibandingkan daring menggunakan aplikasi zoom. Pembagian materi diskusi dalam gogle meet diunggah dalam bentuk file pdf, ppt , Xls dan sebagainya. Penggunaan google meet di android, dirasa tidak efektif dalam proses KBM, sebab forum video yang ditampilkan dalam tatap muka tidak terlihat secara menyeluruh, hanya 1-3 saja yang dapat terlihat. Dosen atau mahasiswa tidak dapat melihat bagaimana isyarat atau ekspresi saat mempresentasikan atau mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara. Keuntungannya bagi mahasiswa adalah daftar kehadiran akan terlihat secara menyeluruh sehingga memudahkan dalam absen.
Sama halnya daring menggunakan whatsapp grup, antara dosen dan mahasiswa hanya bisa berdiskusi lewat tulisan dan pesan suara (VN) saja. Materi dibagikan langsung dalam forum grub dalam bentuk file atau link. Untuk mewakili ekspresi, biasanya menggunakan fitur emoji sebagai sarana penyampaian respon. Kesulitan dalam whatsap grup adalah tatap muka. Forum video tatap muka sangat dibatasi dengan maksimal peserta adalah 9 orang saja. Tidak sedikit dari mahasiswa, pada saat proses kbm menggunakan whatsapp grup mereka tidur , bermain game atau melakukan aktifitas lain tanpa memperhatikan diskusi dan respon yang diberikan seenaknya sendiri.


Komentar
Posting Komentar